Copyright © SUNRISE
Design by Dzignine
Rabu, 10 Agustus 2016

Serba-Serbi Dampak Bullying

Apa yang dimaksud bullying?
Penindasan (bahasa InggrisBullying) adalah penggunaan kekerasan, ancaman, atau paksaan untuk menyalahgunakan atau mengintimidasi orang lain. Perilaku ini dapat menjadi suatu kebiasaan dan melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan sosial atau fisik. Hal ini dapat mencakup pelecehan secara lisan atau ancaman, kekerasan fisik atau paksaan dan dapat diarahkan berulang kali terhadap korban tertentu, mungkin atas dasar ras,agamagenderseksualitas, atau kemampuan. 
Source : wikipedia

Dari pengertian diatas kalian udah tau kan kalo bullying itu ga baik? Tapi, sadar ga sadar, kita pasti pernah membully seseorang, begitupun kita juga pernah dibully entah oleh orang lain atau khalayak umum. Bagaimana rasanya? Pasti menyakitkan bukan?

Sabtu, 21 Mei 2016

Descendants of The Sun Quotes

Sebagai remaja masa kini, anda pasti tahu dong tentang drama korea "Descendants of the sun" ini. Menurut saya drama ini sangat recommended untuk ditonton entah sebagai hiburan maupun untuk menambah wawasan kita untuk menjadi dokter kelak. Terbukti dari peran Dr.Kang yang dimainkan oleh Song Hye Kyo yang menjadi seorang dokter relawan. Ataupun anda yang mungkin tertarik menjadi tentara seperti Kapten Yoo yang diperankan oleh si ganteng Song Joong Ki? Nah berikut beberapa kutipan dari drama ini.

“aku datang kesini sebagai prajurit dan aku harus kembali sama seperti aku kesini”

“aku tidak akan mengganggu lawanku jika mereka tidak membuat kesalahan”

"Aku harap kamu tidak berpikir ciumanku buruk. Aku melakukan ini setelah berpikir ribuan kali," ucap Yoo Shi Jin (Song Joong Ki) usai mencium Kang Mo Yeon (Song Hye Kyo) untuk pertama kalinya.

“kenapa kau datang cepat sekali. Aku masih punya aktu 2 jam”
“ Aku datang lebih cepat. Rasanya luar biasa, memiliki orang yang di tunggu”

“Apa kau memikirkan aku?”
“tentu”. Bagaimana denganmu?”
“Aku selalu memikirkanmu. Seperti pria Dewasa”


Jumat, 18 Maret 2016

연애 말고 결혼 Marriage Not Dating Quotes (Korean Drama)


Title: 연애 말고 결혼 Yeonae Malgo Gyeolhon
English Title:
Marriage Not Dating
Marriage Without Dating
Marriage Without Love



Episode 01: The Cool Way to Break Up

Narrator: The cool way to break up: (1) disappearing, (2) saying goodbye through a third party, (3) sending a text message "Thanks. Sorry. Be happy." which means...
Joo Jang Mi: The first statement is about the past; you are thankful for everything that has happened. The second statement is about the present; you are sorry but you still want to break up right now. The third statement is a command for the future; don't be so clingy from now on.

Joo Jang Mi: Now that I look at your face, I can understand. The love was one-sided. I was the only one in love; all by myself.

Senin, 11 Januari 2016

Jika Istrimu Seorang Dokter

Ketika seseorang memilih untuk menginjakkan kaki di dunia kesehatan, maka dia telah menyerahkan sebagian besar hidupnya kepada masyarakat. Hanya sebagian kecil darinya yang dia ditinggalkan untuk keluarga, bahkan untuk dirinya sendiri.

Waktunya akan lebih banyak dihabiskan untuk orang lain daripada untukmu sebagai suaminya atau anak-anak. Pikiran dan tenaganya akan tercurah kepada orang-orang asing yang mungkin tidak akan mengingatnya dalam setiap doa, tidak sepertimu atau orang tuanya.

Kamu tahu? Dia akan lebih sering di rumah sakit daripada di rumahmu sendiri. Itu bukan karena dia menyukai rumah sakit. Rumahmu tetaplah tempat yang membayang di pelupuk matanya setiap detik dia di rumah sakit. Karena rumah sakit adalah tempat yang penuh tekanan. 
Jumat, 31 Juli 2015

Are you ready for home sick?

Menghitung menit menit bersama orang orang terdekat disini, memang terasa sangat cepat. Waktu terasa berputar lebih cepat dari biasanya. Seolah olah menyuruhmu untuk cepat pergi dan memulai hidup baru, pengalaman baru, karier baru, mental baru.

Saya, terbiasa menjadi anak yang manja selama saya hidup. Diantar jemput, makan tinggal makan, tidur tinggal tidur, semua saya lakukan sampai saya bosan dan terus seperti itu. Namun ternyata, kenyataannya, saya akan merindukan suasana itu, suasana rumah, suasana mahal yang ga bisa kamu dapatkan di tempat lain.

Saya belum tahu merantau itu apa, saya belum merasakannya. Bayangan merantau, dulu membuat saya senang. Senang sekali. Bahkan terkesan keren. Kuliah di luar, hidup mandiri, ngatur pengeluaran sendiri, dsb. Namun saya baru sadar sekarang, merantau tak semudah itu. Homesick, dan bayangkan saja anak manja kayak saya harus ngelakuin semuanya sendiri, bahkan ngeluarin motor dari garasi.
Kamis, 18 September 2014

Realita tak seindah ekspektasi

Suatu ketika, ada saatnya yang ingin tinggal, malah harus pergi. Ada saatnya yang ingin berjuang, malah tidak berjuang sama sekali. Ada saatnya yang ingin dekat, malah menjauh. Ada saatnya saat realita, tak seindah ekspektasi.
Semuanya pasti ada saatnya. Cuma nunggu waktunya kapan aja. Kita ga bakal tau apa yang bakal terjadi kedepannya. Andai kita bisa liat masa depan, mungkin semuanya ga bakal serumit ini.
Tak ada yang bisa memaksa kita untuk pergi atau tinggal. Itu sudah hukum alam. Cepat atau lambat.
Well, siapapun itu, terimakasih sudah mewarnai hidup saya, entah warna apa yang kamu beri. Karena warna membuat lukisan menjadi hidup. Tanpa warna, hidup kamu cuma hitam putih, membosankan.
Dan, maaf kalo seandainya, atau memang saya gabisa ngasi warna yang sesuai sama keinginan kalian. Ga semua manusia punya warna yang lengkap kan? Mungkin ada yang hilang, atau malah udah dikasi ke orang lain.
Ga ada lagi alasanmu untuk tinggal. Life's goes on. Kejar mimpimu, untuk kamu, untuk orang tua kamu, untuk orang2 yang perjuangin kamu, dan orang2 yang kamu perjuangin.

Minggu, 18 Mei 2014

Pilihan

Dunia penuh dengan pilihan, yes or no, or sometimes maybe. Bahkan tidak memilih apapun juga sebuah pilihan. Tetapi manusia seringkali salah memilih. Ada beberapa faktor, misalnya kurang berfikir panjang tentang apa yang dipilihnya sehingga menyesal di kemudian hari pada pilihannya sendiri.
Kita tidak harus selalu menjadi cerdas dan benar dalam menentukan pilihan. Presiden, mentri, bahkan professor sekalipun, seringkali salah memilih, hingga timbul berbagai macam masalah karena ke-salah pilihan-nya tersebut. Apalagi kita sebagai teenager labil. Kadang kita salah memilih di pilihan yang sepele. Aneh kan?